Tampilkan postingan dengan label Kitabut Tashrif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kitabut Tashrif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2016

TASHRIF USHUL

TASHRIF USHUL

Yaitu:
فَعَلَ - يَفْعِلُ - فَعْلًا - فَاعِلٌ - مَفْعُوْلٌ - اِفْعِلْ - لَا تَفْعِلْ - مَفْعِلٌ - مَفْعِلٌ - مِفْعَلٌ - فُعِلَ - يُفْعَلُ

Keterangan:

FIIL MADHI MA'RUF

💐 Kata فَعَلَ  itu dinamakan "fiil madhi ma'ruf"
- Artinya adalah "telah berbuat seorang laki-laki"
- Tashrifnya ada 14

💐Fiil Madhi
- maksudnya adalah perbuatan yang telah lalu

💐Ma'ruf
- maksudnya adalah yang dikenal, yakni dikenal (diketahui) siapa yang berbuat.

💐Contoh
- Seperti فَعَلَ artinya "telah berbuat dia seorang laki-laki"
- kita katakan "dia seorang laki-laki", karena kita tahu orangnya (pelakunya)

FIIL MADHI MAJHUL

🌸 Adapun فُعِلَ artinya artinya "telah dibuat dia seorang laki-laki" atau "telah dikerjakan"
- ini adalah fiil madhi majhul

🌸Majhul
- majhul maksudnya tidak diketahui pelakunya
- yakni, tidak diketahui atau tidak disebutkan orang yang melakukan

KESIMPULAN:
🎀Ma'ruf:  diketahui/ disebutkan pelakunya (subjeknya), seperti: 
- dia telah berbuat
- dia telah menolong
- dia telah memukul
dst

🎀Majhul: tidak diketahui/tidak disebutkan pelakunya (subjeknya), seperti:
- telah dibuat
- telah ditolong
- telah dipukul
dst.

Ket:
Untuk lebih jelasnya tentang makna ma'ruf dan majhul, perhatikanlah contoh kalimat berikut:

نَصَرَ مُحَمَّدٌ القِطَّ
" Muhammad telah menolong kucing itu"

Kata نَصَرَ dinamakan fiil madhi ma'ruf karena pelakunya (subjeknya) diketahui, yakni yang menolong adalah Muhammad.

Bedakanlah dengan kalimat dibawah ini?
نُصِرَ القِطُّ
"Kucing itu telah ditolong".

Kata نُصِرَ dinamakan fiil madhi majhul karena pelakunya (subjeknya) tidak diketahui, yakni kita tidak tahu siapa yang menolong kucing tersebut.
Kita tidak tahu siapa yang menolong kucing tersebut.

FIIL MUDHARI MA'RUF

🌷Kata يَفْعِلُ itu dinamakan fiil mudhari' ma'ruf.
- artinya "dia seorang laki-laki sedang/akan berbuat"
- tashrifnya ada 14

🌷Fiil Mudhari'
- fiil mudhari' itu maksudnya kata kerja yang sedang /akan dilakukan
- jika sedang dilakukan disebut pada waktu "al haal " (حال)
- jika akan dilakukan disebut pada waktu "mustaqbal" (مستقبل)

🌷Ma'ruf
- maksudnya adalah yang dikenal, yakni dikenal (diketahui) siapa yang berbuat.
- untuk penjelasan lebih lanjut, bacalah kembali keterangan fiil madhi ma'ruf

MASHDAR

🌼Kata فَعْلًا itu dinamakan mashdar
- artinya "perbuatan"
- tashrifnya ada 3

🌼Mashdar
- artinya tempat terbit
- dinamakan demikian, karena dia merupakan pokok makna. Dimana kata-kata lainnya yang bertashrif darinya,  mengandung arti pokok tersebut.
- lihatlah setiap kata yang ditashrif (tashrif ushul yang 12) itu, dari fiil madhi ma'ruf sampai fiil mudhari' majhul mempunyai arti pokok "perbuatan"
- arti pokok disebut juga arti dasar

ISIM FAIL

🌻 kata فَاعِلٌ itu dinamakan isim fail.
- artinya "seorang laki-laki yang berbuat"
- tashrifnya ada 6

🌻Isim Fail
- isim fail maksudnya nama bagi yang berbuat karena menunjukkan kepada yang mengerjakan
-dalam bahasa Indonesia disebut subjek

ISIM MAF'UL

🍄 Kata  مَفْعُوْلٌ itu dinamakan isim maf'ul.
- artinya "seorang laki-laki yang dibuat"
- tashrifnya ada 6

🍄Isim Maf'ul
- isim maf'ul maksudnya nama bagi yang dibuat karena menunjukkan kepada yang dikerjakan (dikenai perbuatan)
- dalam bahasa Indonesia disebut objek

FIIL AMR
🌺 Kata اِفْعِلْ  dinamakan fiil amr.
- artinya "hendaklah engkau seorang laki-laki berbuat" atau " berbuatlah kamu seorang laki-laki"
- tashrifnya ada 6

🌺Fiil Amr
- fiil amr itu maksudnya kata perintah karena maknanya adalah memerintah/menyuruh.

FIIL NAHYI
🐚 Kata لَا تَفْعِلْ itu dinamakan fiil nahyi.
- artinya "jangan engkau seorang laki-laki berbuat" atau "jangan kamu (seorang laki-laki) berbuat"
- tashrifnya ada 6

🐚Fiil Nahyi
- fiil nahyi maksudnya kata kerja larangan karena maknanya melarang

ISIM ZAMAN

🕸 kata مَفْعِلٌ itu dinamakan isim zaman.
- artinya waktu berbuat
-tashrifnya ada 3

🕸 Isim Zaman
- isim zaman itu maksudnya keterangan waktu karena maknanya menunjukkan kepada waktu

ISIM MAKAN
🏡 kata مَفْعِلٌ itu dinamakan isim makan.
- artinya tempat berbuat
- tashrifnya ada 3

🏡Isim Makan
- isim makan itu maksudnya nama tempat/ keterangan tempat karena maknanya menunjukkan kepada tempat.

ISIM ALAT
✏kata مِفْعَلٌ itu dinamakan isim alat.
- artinya adalah peralatan / alat untuk berbuat
- tashrifnya ada 3

✏Isim Alat
- isim alat itu maksudnya nama alat karena maknanya menunjukkan kepada alat untuk mengerjakan.

FIIL MADHI MAJHUL
🌹kata فُعِلَ dinamakan fiil madhi majhul
- artinya "telah dibuat/dikerjakan dia seorang laki-laki"
- tashrifnya ada 14

🌹Fiil Madhi Majhul
- artinya adalah perbuatan yang telah lalu yang tidak diketahui pelakunya.
- bacalah kembali keterangan tentang fiil madhi majhul pada penjelasan fiil madhi ma'ruf

FIIL MUDHARI' MAJHUL
🌙Kata يُفْعَلُ itu dinamakan fiil mudhari' majhul.
- artinya "sedang/akan dibuat dia seorang laki-laki"
- tashrifnya ada 14

🌙Fiil Mudhari' Majhul
- maksudnya perbuatan yang sedang terjadi atau akan terjadi yang pelakunya tidak diketahui
- bacalah kembali keterangan tentang fiil mudhari' majhul pada penjelasan fiil mudhari' ma'ruf

TASHRIF USHUL
✍Tashrif ushul yang disebutkan diatas hanya sebagai salah satu contoh timbangan (wazan) saja.

✍Yaitu setiap kata yang bisa ditashrif pasti terdiri dari 12, yaitu:
1. Fiil madhi ma'ruf
2. Fiil mudhari' ma'ruf
3. Mashdar
4. Isim fail
5. Isim maf'ul
6. Fiil Amr
7. Fiil nahyi
8. Isim zaman
9. Isim makan
10. Isim alat
11. Fiil madhi majhul
12. Fiil mudhari' majhul

✍Makna dari kedua belas diatas tetap, yaitu sbb:

1. Setiap fiil madhi pasti  mempunyai makna "telah ....."

2. Setiap fiil mudhari' pasti mempunyai makna "sedang/akan ...."

3. Setiap mashdar pasti  mempunyai makna yang menjadi pokok/dasar makna. Dalam bahasa Indonesia disebut sebagai kata bendanya. Misalnya: perbuatan, pertolongan, pengambilan dst.

4. Setiap isim fail pasti  mempunyai makna "yang ......"

5. Setiap isim maf'ul pasti  mempunyai makna "yang di ...."

6. Setiap fiil amr pasti  mempunyai makna "hendaklah...."

7. Setiap fiil nahyi pasti  mempunyai makna "jangan...."

8. Setiap isim zaman pasti  mempunyai makna "waktu ..."

9. Setiap isim makan pasti  mempunyai makna "tempat ...."

10. Setiap isim alat pasti  mempunyai makna " alat ...."

11. Setiap fiil madhi majhul pasti  mempunyai makna " telah di....."

12. Setiap fiil mudhafi majhul pasti  mempunyai makna "sedang/akan di......"

Seperti:

ضَرَبَ - يَضْرِبُ - ضَرْبًا - ضَارِبٌ - مَضْرُوْبٌ - اِضْرِبْ - لَا تَضْرِبْ - مَضَرِبٌ - مَضَرِبٌ - مِضْرَبٌ - ضُرِبَ - يُضْرَبُ

كَسَرَ - يَكْسِرُ - كَسْرًا - كَاسِرٌ - مَكْسُوْرٌ - اِكْسِرْ - لَا تَكْسِرْ - مَكْسِرٌ - مَكْسِرٌ - مِكْسَرٌ - كُسِرَ - يُكْسَرُ

- Kata ضَرَبَ artinya dia seorang laki-laki telah memukul
- Kata كَسَرَ artinya dia seorang laki-laki telah mematahkan/memecahkan

Maraji: Kitabut Tashrif, Hasan bin Ahmad

Sabtu, 24 September 2016

AL MUQABALAH

المقابلة
(فاء الفعل، عين الفعل، ولام الفعل)

Muqabalah itu artinya berhadap-hadapan atau mencocokkan.
Sebagian besar dari fiil-fiil  di dalam bahasa Arab itu aslinya tiga huruf.
Seperti:
مَنَعَ - كَتَبَ dll.

مَنَعَ ⬇
Mana'a  (مَنَعَ) dikatakan atas timbangan fa'ala (فَعَلَ).

فــَعَــلَ
مَــنَــعَ

Karena huruf mim berhadapan dengan fa' dari fa'ala, maka (mim) disebut fa' fiil.

Karena huruf nun berhadapan dengan 'ain dari fa'ala, maka (nun) disebut 'ain fiil.

Karena huruf 'ain berhadapan dengan lam dari fa'ala, maka ('ain) disebut lam fiil.

Begitulah semua fiil yang asalnya (terdiri dari) tiga huruf.

Yakni:
Setiap fiil yang jumlah huruf penyusunnya adalah 3 huruf, kita katakan:
1) huruf yang pertama (di depan) adalah fa' fiil walaupun bukan fa
2) huruf yang kedua (di tengah) adalah 'ain fiil walaupun bukan 'ain
3) huruf yang ketiga (diakhir) adalah lam fiil walaupun bukan lam

Jika fiil itu ditambahi hurufnya (mazìdـ yaitu fiil yang aslinya مَنَعَ ditambahi huruf), seperti

يَمْنَعُ - يَمْنَعُوْنَ - امْتَنَعَ

Maka huruf tambahan itu tidak dihitung.

Tetapi tetap kita katakan (dari contoh diatas):
1) mim adalah fa' fiil
2) nun adalah 'ain fiil
3) 'ain adalah lam fiil

Selain ketiga huruf tersebut (م، ن، ع) dinamakan "zaidah" yakni huruf tambahan.

Dan terkadang, fiil itu aslinya empat huruf (fiil ruba'i mujarrad) seperti:
دَحْرَجَ
Dengan wazan:  فَعْلَلَ

Maka:
1) dal (د) dikatakan fa fiil
2) ha (ح) dikatakan 'ain fiil
3) ro ( ر)  dikatakan lam fiil kesatu
4) jim (ج)  dikatakan lam fiil kedua.

Jika fiilnya mendapat tambahan huruf lagi seperti:
مُدَحْرِجٌ - مُتَدَحْرِجَات
Maka wazannya tidak dihitung akan tetapi dikatakan:
1) dal  ( د) itu fa' fiil
2) ha (ح) itu 'ain fiil
3) ro (ر) itu lam fiil pertama
4) jim  (ج) itu lam fiil  kedua
Selain dari itu dikatakan huruf zaidah

Maraji': Kitabut tashrif, Ahmad bin Hasan